Rabu, 07 Maret 2012

why are you so posesif darling ??

Akhir kuliah udah tiba, jarang lagi nih ngumpul bareng ama temen-temen, begitu pikir Chacha. Lalu Chacha meng-sms semua teman-temannya untuk hang out bareng. Dan akhirnya hang out bareng pun jadi, mereka berkaraoke ria. Sooo Happyyyyy.....!! XD
Tapi hari itu ada yang kurang. Ranti nggak datang, dengan alasan sibuk. Sedihnya Chacha. Ranti teman baik Chacha selama kuliah 7 semster ini. Semester 8 udah berjibaku dengan skripsi dan kegiatan masing-masing, pasti susah untuk ketemu Ranti :(
Dengan berat Chacha meng-sms Ranti. 

kenapa ga dateng bebb? seru lhoo... :D
***

ngga lama sms dibales.

sorry ya, ngga bisa. Aku sibuk :(
***

ngga apapa, tp gak seru ga ada lo bebb :)
***

Sebenernya sebagai teman dekan Ranti, Chacha tau apa yang terjadi dan menyebabkan Ranti ga ikut ngumpul. Satu nama, Krisna !!
Krisna adalah pacar Ranti. Sikapnya yang posesif dan super over protectiv, menjadikan Ranti ga bisa berkutik. Hape, facebook, twitter, email, semua merupakan wewenang Krisna seorang. Krisna bisa meng-unfriend, unfollow dan meremove semua contact yang dianggapnya ga penting. Fiuhh... kasian Ranti :(

Kadang sebagai teman chacha juga ga abis pikir, kenapa sih Ranti mau digituin. Ranti cuma bilang "gatau Cha, sabar aja.."
Hmmm... Chacha cuma bisa manggut-manggut....
Dengan iseng Chacha cari artikel tentang orang-orang posesif, dan hasilnya...

Menurut sebuah artikel, posesif berarti suatu sikap yang ditunjukkan untuk mengontrol atau mendominasi sesuatu atau seseorang. Sikap posesif ini bisa dimiliki oleh siapa saja. Posesif juga sering memiliki gejala lain seperti pasangan yang memiliki tingkat kecemburuan yang tinggi dan juga over protective yang berlebihan.



Ciri-ciri orang yang posesif antara lain :

  1. Curigaan. Kapan saja dan dimana saja selalu menanyakan keberadaan dan kegiatan pasangan. Orang yang posesif akan bertanya, "lagi apa? dimana? sama siapa? jangan bohong. Kalo bohong kamu bakal aku sumpahin bla bla bla...."
  2. Cemburu buta. Biasanya orang yang posesif akan cemburu kepada siapa saja, bahkan teman dekat sekalipun. Hal-hal yang sepele akan menjadi masalah besar dihadapan orang posesif. Contoh saja bila Ranti di kelas duduk bersebelahan dengan Hikmal pas lagi kuliah, padahal Krisna tau Hikmal gak bakal ngapa-ngapain, tapi tetep saja marah dan ngambek. Fiuhh...
  3. Mengintrogasi dan mengajukan pertanyaan yang kadang gak logis. Banyak pertanyaan yang akan membanjiri kamu setiap harinya. Seringkali gak logis. Lebih mirip polisi, detail dan harus jelas, kalo sampai jawab terbata-bata dan berkesan ragu-ragu, maka perang pun tak terelakkan. Pertanyaan ini juga akan disampaikan melalui sms dan telepon. Hape bakal sering bunyi jika sang pacar berada diluar dan tidak bersama orang posesif ini. 
  4. Over Protectiv. Ciri yang ini udah pasti muncul pada setiap orang posesif. Kemana-mana kalo tanpa dia ga boleh, kalo boleh juga cuma itungan jam. Harus jelas sejelas-jelasnya pergi ama siapa aja, kemana, makan apa, minum apa, ketemu siapa, dan kalo ngga jelas siap-siap aja kena semprot dan perang lagi. Dan ancaman yang paling sering keluar dari orang posesif adalah "cepet pulang, kalo ngga gue putusin lo..!! "
  5. Melarang dan gak mau dibantah. Umumnya orang posesif selalu menerapkan aturan-aturan yang kadang lucu dan gak penting. Namun mereka yang menciptakan peraturan itu, mereka sendiri yang melanggar. Dipikiran mereka larang itu merupakan perhatian dan rasa cinta agar sang pacar tidak terluka atau tidak sakit, namun kadang karena larangan ini sang pacar merasa terbatasi dan tidak merasa bebas, sang pacar kadang sedih tidak bisa melakukan apa yang biasa dia lakukan dan tidak menjadi dirinya sendiri. Disini kondisi psikologis yang tidak seimbang juga akan mempengaruhi kondisi emosional. Kadang emosi meledak-ledak dan mood turun tidak beraturan, semua karena kondisi psikologis yang tidak sehat. Nah loh??!
  6. Cinta mati. Kadang orang posesif sering mengungkapkan perasaan dia yang mendalam sang pacar, memujinya setiap hari dan memperlakukan pacarnya dengan berlebihan, dan dia akan mengatakan bahwa pacarnya adalah cinta matinya....
  7. Mulai bertindak kasar. Kasar disini bisa berarti dalam ucapan yang jika sudah ngamuk akan mengeluarkan kata-kata kasar pada pacarnya, disini luka pada hati akan membekas, bahkan maaf saja rasanya tidak cukup. Namun pada tingkatan yang sangat parah, orang posesif akan mulai bertindak kasar dengan perbuatan, seperti memukul, memegang dengan paksa dan melakukan kekerasan yang lain. Hiiy ngerii :(

Rabu, 15 Februari 2012

Ternyata bahasa Inggris saya masih lumayan hahaha xD

Sore-sore jemput pacar buat jalan-jalan. Pas nungguin doi siap-siap, lewat mang tukang jajanan, aku lupa apa nama jajanan itu, pokoknya dari telur, terus di masak di loyang yang bunder-bunder. Satu telur bisa dibuat 10 sampai 12 biji bunderan. Mirip kue lumpur, tapi jauh lebih kecil, disajikan dengan saos. Jajanan SD dulu, ada yang tau nama jajanan ini?? Ada telur ayam, telur puyuh ato gabungan dari kedua telur. 
"mau telur yang mana neng?"
"telur ayam aja deh mang. Sabaraha?"
"dua rebu maratus neng"
"sakumaha mang meunang na?"
"pull neng, saloyang ieu bisa pinuh"
"nyak eta weh mang"
Si mang langsung membuat adonannya. Sebutir telur dipecahkan dan diberi bumbu. Si mang mengocok telur ayamnya di sebuah gelas plastik. Sambil menunggu jajanan telur jadi, kami mengobrol.
"mang naha masih pake minyak tanah? emang masih ada?" tanyaku.
"iya neng ada. Ini kalo pake gas teh takut ke anak-anaknya. Kan suka pada maenin kompor tuh neng, jadi lebih aman pake kompor. mang mah sayang ke anak-anak aja, biarlah mahal asal selamat" katanya.
"brapa mang seliternya?"
"11 ribu neng"
"wah mahal pisan"
"iya neng"
"dimana belinya?"
"itu di pak haji pinggir jalan"
"oh yang sekalian jual beras itu ya?"
"nah eta bener neng"
Lalu loyang di beri minyak goreng. 
"jarang neng sekarang mah yang beli jajanan ini teh"
"kenapa mang?"
"yah sudah terlalu banyak yang dagang sekarang mah"
"oh gitu mang. dulu saya suka beli jajanan gini mang, dulu mah pake lidi telurnya di buntel-buntel"
"iya neng, sekarang juga masih ada da"
Anak-anak kecil datang menghampiri. Mereka cuma melihat, mungkin tidak ada uang jajan lagi jadi mereka tidak bisa membeli.
"nih mau dibalik sama neng aja telurnya? sapa tau mau mengenang masa kecil.."
"ah ngga, ku mang weh, saya ga bisa, hehe"
Dengan cepat si mamang membalik bundaran telur yang ada diloyang.
"sebentar lagi ya neng"
"iyah. 2500 kan mang? "
"muhun"
Aku lalu membuka dompet mau mengambil uang, tiba-tiba datang seorang kakek. 
Dia berkata, "plenty of money.."
Aku bengong.
"what?" kataku.
"plenty of money.." katanya.
"plenty..?" aku bingung. Bertanya ke doi dia juga kurang mengerti.
"plenty itu banyak" kata si kakek.
"oohh.. much money.." aku mengerti.
"Yes, you have plenty of money.."
Aku cuma tersenyum. Telurnya sudah jadi.
"ini neng"
"iya mang"
Aku makan dan menawarkan pada kakek itu.
"you want some?"
"what is that?"
"egg, fried egg" dengan asal saja aku menjawab, aku juga gatau apa namanya jajanan ini.
"if you want pay it" katanya.
"okey I will"
"but i dont like hot"
Lalu si mang bengong dan bertanya, "neng jadinya gimana?" mukanya kelihatan bingung sekali.
"mang buatin satu lagi yah buat kakek ini, tapi jangan pake saos yah"
"oh gitu neng, iya atuh"
Mang lalu membuat lagi racikan telurnya.
"Thank you" kata kakek itu.
"Welcome"
"what is your name?"
"Risti, and you?"
"Grandpa Pe Ca'"
"Grandpa Pe Ca'??" aku mengulangi kata itu. Sebenernya aku juga ga begitu jelas siapa namanya. Ya kedengerannya Pe Ca'.
Lalu si doi bertanya, "where do you live Grandpa?"
"I live at Wisma Werda"
"oh"
Aku melanjutkan bertanya, " where do you come from?"
"from Ambon"
"wow it is far"
"and you, where do you learn your English?"
"I learn by my self"
"oh yaa? it is very good"
Seneng banget dibilang gitu, padahal bahasa inggris gue biasa-biasa aja HAHAHA
"what time is it? tanyanya.
(jam enam kurang 15 apa ya? aku lupa bahasa inggrisnya, yg muncul dingetan gue malah "viertel vor sechs, bahasa jermannya) aku berkata dalem hati. Tapi aku jawab juga, "almost six" dan menunjukkan jam tanganku kepadanya.
"where do you study?" tanyanya lagi.
"im student, at UPI. Universitas Pendidikan Indonesia."
"oya" dia mengangguk.
Tanpa tau darimana anak-anak yang datang semakin banyak. Aku bingung darimana anak-anak ini datang. Mereka berseru, "ieu ngomong inggris???"
"but i learn deutsch, germany"
"wow. Ich liebe dich" katanya.
"Danke" sambil tersenyum aku cuma bilang itu. Gak mungkin aku bales ich liebe dich auch. HAHA
Si doi memanggil, "ayo pergi, nanti kemaleman"
Aku lalu membayar ke mang dan bilang "mang, itu telurnya buat orang ini. jangan dipakein saos ya"
"siap neng" 
Lalu aku pamitan dengan Grandpa, "Grandpa, i must go. That's yours, just wait  untill the egg is ready"
"okey thank you. what's your name again? i forgot"'
"Risti"
"Risti, i'm Grandpa Pe Ca', but my real name is Nayo"
"okey Grandpa, nice to meet you"
Kami bersalaman, anak-anak semakin banyak, seperti nonton bola banyaknya.
Aku pergi dan meninggalkan kerumunan.
2 hal yang aku pelajari dari 2 pria tadi.
Mang tukang jajanan: Dia menyenangkan, mudah bergaul, pekerja keras. Dengan jajanan itu dia bertahan hidup, mungkin dari situ tak seberapa untung yang dia dapatkan. Tapi jaman semakin keras. Kita dituntut untuk lebih kreatif. Jika hanya mengandalkan jajanan telur, mungkin suatu saat akan tersingkir kedudukannya. Setelah dipikir-pikir, membuat jajanan tadi bisa kita lakukan di rumah. Dengan budget yang lebih murah tentunya. Belum lagi issue tentang jajanan anak yang mengandung bahan-bahan berbahaya, membuat ibu sekarang membatasi anaknya jajan. Ini membuat tukang jajanan pinggiran sulit mendapat konsumen dan menuntut mereka untuk lebih kreatif.
Grandpa Pe Ca' : Pria tua, tegap, pintar dan ramah ini membuat aku berpikir, begitu bosannya tinggal di panti jompo, tanpa keluarga dan cucu yang menghibur. Aku langsung membayangkan kakek dan abahku yang masih diberi umur dan kesehatan sampai sekarang. Semoga aku menjadi cucu yang dapat dibanggakan. Amin. Mungkin keadaan di panti jompo tidak sesedih yang aku bayangkan, tp menurutku lebih nyaman jika kedua orangtua kita masih kita yang mengurus, karena yang mengurus kita dulu ya mereka juga. Beda dengan di Jerman, misalnya, disana memang mereka yang memilih sendiri untuk hidup di panti jompo. Mereka tidak mau merepotkan anaknya, sebagaimana mereka tidak mengurusi orang tuanya terdahulu. Namun setau saya panti jompo di Jerman itu menyenangkan, orang yang tinggal disana tidak hanya duduk dan menonton televisi, namun lebih banyak berwisata keluar rumah, menikmati waktu luang yang tidak mereka nikmati di waktu muda. Karena biasanya orang muda disana sangat sibuk bekerja.

Namun apapun yang saya dapatkan dari kedua orang itu, tetap menjadikan pengalaman itu berharga, dan membuat saya sadar bahwa, bahasa inggris saya tidak terlalu buruk. Syukurlah.. HAHAHA


Minggu, 05 Februari 2012

Meriahnya Kota Bandung, dini hari..

*cerita tadi malem*
Jam di laptop udah nunjukin waktu 2:46 am. Pengen berbagi cerita dulu ke pembaca tentang pengalaman gue malem ini, jalan-jalan di Kota Bandung sampe tengah malem.. *mumpung masih muda bro" hahaha...
Pengalaman ini gue dapatkan bersama 8 temen lain - yang 8 org ini semuanya cowo. Awalnya rencana kami cuma mau nyari sumur a.k.a susu murni. Namun rencana berubah ketika teman ada yang laper dan mengajak kami makan dulu. Setelah muter-muter nyari spot yang enak kami memutuskan makan di tempat yang menyajikan soto, ayam dan pecel lele. Tempat makannya berada di daerah suci, deket banget dengan gasibu. Di Gasibu malem ini ada acara yang nampilin beberapa group musik dan semacamnya, kami gak sempat nonton karena rame banget. Tapi Bandung emang udah rame, apalagi hari ini malem minggu, tambah aja ramai dan sesak. 
Setelah perut kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke daerah sekitaran kampus UNIKOM, jalan Dipati Ukur, menikmati susu murni dengan aneka rasa, tersedia pula yoghurt, gue memesan yoghurt rasa strawberry.. hmm segarrr.. ! Sambil menikmati sajian yang ada ini, mengobrol bercanda tertawa sama sama.. ha ha ha :p Disini gue sendiri yang cewe, jadi kurang nyambung ama pembicaraan cowo yang bertema "cewe" gak mungkin gue ngomentari sesama cewe.. Jadi ya gue merhatiin orang-orang yang lalu lalang. banyak banget ragamnya. tapi yang paling menarik perhatian adalah seorang bertubuh gemuk, memakai pakaian hitam compang camping, bolak balik membawakan gelas bekas para pelanggan. Kelihatan dia mengalami gangguan jiwa, namun menurut gue dia ngga gila. Mana ada orang gila yang perilakunya masih dibilang teratur. Setiap ada gelas bekas, dia ambil dan berjalan ke tempat penjual, memberikan gelas yang dia dapat. Tingkah laku dan gelagatnya serta pakaiannya yang kumal membuatnya terlihat seperti orang yang mengalami gangguam jiwa. Rasanya hati ini kasian, terharu dan terenyuh, dia juga kadang meminta uang atau makan ke pada para pelanggan. Gue perhatiian dia terus sampai pulang. 
Pas mau bayar, ada seorang laki-laki, keliatannya masih muda, terlihat seperti orang cacat dengan tangan yang hanya satu sedang mengemis, hmm.. bukannya berpikiran negatif sih, tapi ada perasaan kalau tangan lelaki ini sebenernya tidak cacat. Dia jauh lebih muda daripada orang yang menderita gangguan jiwa tadi. Datang lagi seorang pria, lebih tua dari lelaki cacat tadi. Pria ini memakai penutup muka seperti perampok, tubuhnya tidak cacat, bukan orang yang sakit jiwa dan nampaknya masih bisa bekerja selain jadi pengemis. Tapi tetep aja gue lebih respect ke orang pertama, gue deketin orang pertama dan merogoh kantong, yang lucunya orang itu seperti mengerti bahwa gue akan memberi uang padanya, dengan lugu dia mengelapkan tangannya ke celana dan menengadahkan tangannya. Gue memberinya beberapa rupiah dan dia terlihat senang, dia menunggu gue menyebrang jalan dan seolah ingin membantu. Dijalan gue bertanya "dia udah makan atau belum ya...?" 
Perjalanan malem mingguan kami belum berakhir, kemeriahan Bandung bukan cuma di gasibu, kemeriahannya ada dimana mana, terutama di jalan "senang" (hahaha). Dengan iseng salah satu dari kami mengusulkan untuk berkeliling, itung-itung jalan-jalanlah, refreshing !
As most people know bahwa jalan di kawasan Pasar Baru kalo malem suka banyak bertebaran kupu-kupu malam, salah satu dari kami menyarankan untuk lewat jalan sana. iseng-iseng aja, ga ada maksud apa-apa. Biasa anak muda pengen tau segala hal, seru-seruan masa muda. Belum sampai tujuan, namun di kawasan yang sama ternyata ada razia! Gue sih aman dan lengkap, cuma 7 temen yang lain? yang 2 aman, dan 2 lagi gak pake helm, 1 orang bener-bener ga lengkap, ga ada helm, ga ada stnk dan sim, lampu juga ga bisa nyala, rusak! cuma modal nekat. hahaha tapi dia gesit menghindar karena mencium bau razia lebih awal..
Alhasil kami berpencar. Gue dan 5 temen lain lolos dan terpencar dengan 3 yang gak lengkap tadi. Gue baru deh liat razia dengan polisi sebanyak itu, jadi ngerii.. apalagi udah diatas jam 00.00 wah pengalaman pertama mamennn....!! Gue takutnya disangka cewe apaan jalan-jalan malem, aduh sumpah gak lagi-lagi deh, ampun.. huhuhu..
Dapet info dari salah satu teman yang lolos razia, jadi sebelum kumpulan polisi tadi ada massa yang mengarahkan kami agar tidak lolos.. gue pikir warga setempat yang membantu polisi.. tapi ternyata mereka adalah anggota buser! Mereka menyaring pengemudi motor untuk menekan aktivitas genk motor yang mulai membuat cemas (lagi) masyarakat kota Bandung, pasca terbunuhnya salah satu mahasiswa UPI pada malam tahun baru 2012 dan kejadian ini diduga kuat merupakan perbuatan genk motor. Yah secara yang konvoi motor ramai sekali. Memang harus tetap waspada ya..
Setelah terpencar kami janjian bertemu di Dapla (Dago Plaza). Sampai disana ramailah perbincangan tentang razia tadi, dan gue sibuk mendengarkan saja hahaha..
Dapla kawasannya anak muda, semakin malam semakin ramai. Jenis cowo cewe macam apapun ada disini. Terutama yang gak biasa jadi biasa.. Yah bagi yang jomblo ini waktunya menebarkan pesona, kenalan dan minta nomer hape pun dilakukan oleh salah satu teman kami yang memang jagonya ngerayu cewe.. Sambil menikmati angin malam dan kemeriahan kota Bandung kami mengobrol, gue mengambil beberapa gambar dari hape yang jadul, gambar yang dihasilkan jadi gak jelas alias burem, yah walopun settingan udah maksimal.. namanya juga kamera hape jadul :p
Dan perjalanan berakhir dengan melewati jalan di depan kampus ITB. Bayangin dini hari lewat sana, dengan ceritanya yang serba sereemm.. hiiyyy.. Alhamdulillah ga ada apa-apa selamat sampai tujuan :D
Dan sekarang waktu menunjukkan pukul 3.16 waktunya istirahat guys..
See you on the next posting..
have a nice day..
Tschuss!

*cerita ini ditulis malem (tgl 4 feb 2012), tapi baru sempet di publish, Minggu 5 februari 2012, pukul 17.15 waktu laptop gue.. hehe*


Minggu, 29 Januari 2012

Cerita Ann..

*Cerpen*
Halo nama gue Ana, seorang mahasiswi jurusan bahasa Inggris. Sekarang gue berada di semester 7 dan masih single, gue ga mau bilang diri saya jomblo, karena jomblo berarti perempuan tua, dan menurut gue umur 21 tahun belum bisa disebut perempuan tua, baru akan menjadi tua di 21 tahun kemudian. Temen-temen gue sering ngatain gue STMJ alias Semester Tujuh Masih Jomblo, gue sih santai, selagi belum umur 30 tahun, enjoy aj.. 



Seperti biasa hari ini kuliah pagi, hari ini mata kuliah yang berbau sejarah sastra, dan seperti biasa juga gue males memperhatikan mister yang satu ini. So boring.. Dari SD gue udah males banget sama namanya sejarah, di SMP remidial melulu dan gue milih program IPA supaya ga ketemu lagi sama sejarah. Eh pas kuliah kok ada mata kuliah sejarah sastra. Males banget ! Kalo mahasiswa yang lain bisa tidur pas lagi kuliah, gue tipe yang ga bisa kaya gitu, rasanya males tidur dikelas. Mendingan ambil hape terus online, jitu banget otak gue ! 
By the way bosen juga setelah 30 menit otak atik hape, males baca timeline yang isinya ngeluh melulu, jadi kepikiran, 'apa gue yang salah nge follow twitter orang alay?' Gue masukin lagi tuh hape ke dalem tas, tengok kanan, tengok kiri, temen-temen gue yang lain sibuk dengan aktivitasnya sendiri. Ada yang tidur, ngobrol, ngegambar, ngelamun, dan cuma barisan bangku terdepan yang matanya masih terpaku ke dosen, dan yang lain online, sms ato chatting, maklum smartphone user.
Selama 5 menit gue bengong lagi, mencoba fokus di mata kuliah Foundation of Litarature, namun hasilnya nihil, gue coba perhatiin dosennya tapi malah inget ama kakek gue. Ampun deh.
Tiba-tiba ada suara dari pintu, seorang cewek masuk. Dan gue jadi bersemangat. Siapa lagi kalo bukan sahabat gue yang telatnya juara! 
"Good Morning Mister, sorry i'm too late, because......"
"yes young lady, as always, please join your friends"
"thank you very much mister.."
Sambil senyum-senyum kaya anak kecil dia lari-lari kecil nyari bangku, gue kasi kode buat  duduk sebelah gue. 
"telat banget lo Ren, gue kira lo lupa kuliah hari ini"
"aduh lo kaya gatau gue aja haha"
"parah lo telat 45 menit"
"tapi liat sekarang gue bisa masuk kan haha"
"untung dosennya baik"
"karena dosennya baik gue masuk kuliah. Coba absen gue belum 3, males banget gue ngampus"
"pantes"
"sssttttt.. kuliah kuliah hihihi"
Hari ini cuma kuliah mata kuliah ini aja. Abis itu free lagi deh. Dan setelah mata kuliah ini selesai rencana gue mau ke toko buku, eiits bukan mau beli buku tapi mau ngebaso di lapak Mas Parmin yang letaknya di sisi toko buku.. ahahaha..
"lo mau kemana Na abis ini?"
"ngebaso, ikut gak?"
"baso lagi? aduh yang lain kek"
"ya udah kalo ga mau ikut"
"sama siapa lo ngebaso?"
"sendiri sajaa, as always"
"kenapa sih lo ga cari cowok aja?"
"cowok ngapain dicari, noh banyak"
"maksud gue pacar"
"gue mau mempertahankan gelar STMJ gue ahaha"
"gila lo"
"ya tenang aja Ren, kalo jodoh ga kemana"
"ya tapi usaha dong"
"ah nanti aja semester 8"
"lo gak lesbi kan?"
"sialan hahaha"
"ya kali aja"
"tapi tenang aja, kalo gue lesbi gue ga bakal naksir lo"
"kenapa?"
"ya lo tepos gini, mending gue kemana-mana hahaha"
"eeh kurang asem ni anak"
"hahahaha" 
Gue lari di lorong kampus, dan Rene ngejer gue sambil teriak teriak 
"awaas loo Naaaaa!!!!"
"HAHAHAHA"
Setelah markirin motor matic gue di tempat yang teduh, gue terus berjalan masuk ke tenda khas tukang baso.
"Mba Ana, apa kabar? kok baru keliatan? Baso seperti biasa?"
"ah mas Parmin, baru 2 hari gak kesini kok, seperti biasa ya mas, jangan pake ceker. Oke?"
"siap mba Ana"
Aroma kuah baso lekat sekali di hidung, liur di lidah hampir keluar. 'gleek' ludahnya di telen dulu. 
Lapak baso pak Parmin sederhana, tapi padat pengunjung. Pengunjung satu selesai makan, pengunjung lain datang. Jarang sepi. 
"ini mba basonya, monggo"
"iya mas, makasih ya"
Tangan gue sigap mengambil sendok dan garpu. Kecap dan saos sudah dicampur, tinggal sambalnya, yup 2 sendok cukup.
Hmm.. nikmatnyaa basoo ini..


Lagi enak-enaknya nikmati baso ini, eh ada cowok duduk depan gue. Jadi ga nyaman deh makannya. 
"Mas, baso seperti biasa ya, ga pake lama" kata cowo itu sambil senyum.
"beres mas Ali" saut Mas Parmin.
Ini perasaan gue aja ato gimana ya, gue berasa diliatin ama ni cowok, demm! Eh ternyata bener, tiba-tiba dia bilang
"makan basonya biasa aja mba, jangan grogi"
Alamaakk! kesel campur malu juga gue. Ga gue jawab, gue harap cowo ini ngerti dengan isyarat mata gue yang gue rancang menusuk dan jutek. 
"ini mas basonya, monggo"
"wow delicious seperti biasanya"
Dengan cekatan cowo itu ngambil sendok, garpu. Tapi dia gak ngambil kecap dan saos, cuma ngambil sambal. Gue intip nih, dia nuangin 5 sendok sambal ke dalam mangkoknya. Perut gue tiba-tiba sakit ngebayangin 5 sendok sambal. 
"wow mantap" katanya.
Gue cuma mendelik sekilas ke arahnya. Wajahnya keliatan ceria, seperti cowo yang lagi main PS dia ngeliat baso itu, sebegitu girangkah orang ini makan baso????
"langganan di baso mas Parmin udah lama?"
Gue bingung dia nanya ama gue atau siapa. Gue diem aja.
"mba?"
"saya?"
"iya mba, udah lama langgana disini?"
"lumayan" aku mencoba bersikap cool.
"mba tinggal disini?"
"iya"
"kerja? kuliah?"
"kenapa tanya-tanya?"
"oopss.. maaf mba, cuma nanya.."
Diliat-liat baso gue udah abis, biasanya gue abisin ama kuah-kuahnya, berhubung ada cowo rese depan gue, jadi jaim deh gue.
"mas, berapa?"
"nambah apa aja mba?"
"kerupuk 3, teh botol 2 sama lontongnya 2"
"tujuh, sepuluh, tiga belas jadi semua enam belas ribu mba"
"nih uangnya mas"
"tunggu ya mba"
Gue mendengar cowo depan gue tertawa kecil.
"napa lo?"
"ngga kok"
"ngetawain gue?"
"kalo boleh jujur sih iya"
gue bersikap sceptic.
"maap maap ni mba ya, cewe kok makannya banyk banget"
"suka-suka gue dong, rese banget si jadi orang" gue udah setengah emosi.
"maaf mba maaf.." namun dia tetep menahan tawa.
Mas Parmin datang. "ini mba kembaliannya, emapt ribu"
"ya mas, makasi" dengan muka jutek gue pergi.
terdengar suara bisik-bisik mas Parmin bertanya pada cowo itu. "si mba nya kenapa? mas tau?"
"gatau mas saya juga, wong saya juga bingung"
dengan kesel gue naikin matic gue dan cabut. Dijalan gue mikirin kejadian tadi. Sumpah ya baru kali ini gue dibilang rakus sama orang. Iiih keselnya sampe buat darah ini mendidih !!
Sampe dirumah hati gue masih panas atas kejadian tadi. Berani-beraninya tu cowo. Bad mood all day long!


Hari ini hari baru. Tapi kuliah tetep pagi. Kuliah hari ini 6 sks 3 mata kuliah. Alhasil baru balik jam 2 siang. Sesuai rencana gue mau ke baso Mas Parmin lagi !
"Heiii Ann.. lo mau kemana?"
"ngebaso"
"lagi?"
ya, kenapa?"
"gue ikut deh, Mas Parmin kan?"
"iya, serius lo ikut?"
"iya deh, gue nunggu jemputan si Abay disana aja."
"oke"
Gue dan rene naik matic ke lapak mas Parmin.
"hai mas, seperti biasa satu ya, jangan pake ceker"
"siap mba, kalo temennya?"
"lo pesen apa Ren?"
"basonya aja deh, jangan pake mie, sayurnya yang banyak"
"itu ya mas"
"siap mba"
"oia mas, inget cowo kemarin ga? yang duduk depan saya?"
"yang mana?"
"cowo yang nyebelin"
"yang mana mba?"
"kemarin duduk depan saya, bajunya putih, orangnya lumayanlah mas bersih dan rapih"
"oh yang buat mba kesel kemarin?"
"nah itu bener! kenal ga?"
"emang kenapa mba?"
"iya cuma mau tanya"
"mba naksir yaah?"
"ih enak aja, cuma mau tau aja, kenapa ada cowo nyebelin, bilang saya rakus lagi, sakit ati mas"
"oh jangan di ambil hati mba, mas Gio memang orangnya usil, tapi baik kok mba"
"oh namanya Gio"
"iya mba. Sama kaya mba dia kesini hampir setiap hari. "
"hari ini ?"
"tadi siang dia sudah kesini mba"
"oh"
"ini mba basonya, ini yang khusus mba Ana, ini buat mba cantik. hehe"
"nama saya Rene mas, inget yah.. hehe"
"siap, mba Rene.."
Sendok garpu, kecap saos dan sentuhan terakhir 2 sendok sambal. Selamat makan.
"eh Ann, lo ga cerita tentang Gio ke gue, siapa Gio?"
"gak penting Ren"
"aahhh ga asik lo, ga pernah cerita lagi"
"gini deh.. jadi.."
Gue pun menceritakan runtutan ceritanya.
"wah jujur banget tu cowo Ann?"
"maksud lo?"
"yah gue sih ga nyalahin tu cowo. porsi makan lo emang "lebih" buat seorang cewe. HAHAHA"
"sialan"
"hahaha"
"tapi kok kalo lo yang bilang, gw biasa aja. Tapi pas kemaren cowo itu yang.."
"namanya Gio"
"iya whatever. gue kesel"
"terus?"
"gue penasaran"
"kalo penasaran ya mesti kenalan"
"APA?!" gue keselek, dan batuk.
"aduh biasa aja dong ah, nih minum"
"kenalan? gila lo"
"yah abis penasaran"
"ngapain gue kenalan?"
"ya biar bisa bales ledekannya"
"hmm"
"eh gue udah dijemput, lo sendiri gapapakan?"
"gapapa udah biasa."
"makanya punya pacar biar ada yang nemenin, haha"
"ah rese lo"
"haha"
"ati ati lo yee, salam ama si Abay"
"oky doky"
"jangan lupa bayar dulu"
"iyeeh ini baru mau bayar, berapa mas yang aku?"
Mas Parmin menjawab "9 ribu aja mba"
"nih, kembaliannya simpen ya aku buru-buru mas. makasih"
"makasi ya mba"
"bye Ann"
"bye Ren"
Dan gue sendiri lagi. Tiba-tiba jadi kepikiran punya pacar yang nemenin makan baso. 'NO NO NO' gue mikir apa tadi. Lanjut makan basonya dan ambil lontong lagi..
***
Udah seminggu gue ke lapak Mas Parmin dan gak ketemu cowo itu lagi. Yang ada malah kena gejala tipes gara-gara makan pedes terus. Alhasil harus nginep di rumah sakit selama 3 hari. 
"Mom, kapan aku boleh pulang?"
"Besok sayang, kata dokter hari ini belum boleh"
"okey"
"kamu jangan kebanyakan makan baso lagi yah, inget kesehatan"
"fine"
"Mom mau ke bagian administrasi bayar rumah sakit dulu, kamu sendiri gapapa kan?"
"i'm okey mom. Thank you maaf ngerepotin."
"I'ts okey darling. "
"I love you mom"
"Love you too baby"
Dan mom pun pergi, tinggal gue dikamar ini. Pada saat gini nih gue pengen punya saudara, ga enak jadi anak tunggal. Hufftt..
TOK TOK
"siapa?" kataku lemas
"saatnya minum obat"
"ya masuk"
Gue melihat sosok yang sama, sosok yang bikin gue sakit tipes gara-gara makan baso seminggu berturut-turut.
"ELO?"
"kamu?"
"ngapain lo"
"saya pengganti dokter, hari ini dokter Priyanto gak bisa dateng, jadi saya yang diminta menggantikannya. Ada masalah?"
"gue ga yakin"
"Ya kalo ga percaya baca tanda pengenal saya" dia lalu memberikannya padaku.
"tenang aku gak bakal salah kasi obat atau macem macem, gini-gini bentar lagi aku jadi dokter muda lho." senyumnya bangga sekali.
Gue menarik nafas. "hufft.. okey"
"ini obatnya, dan tolong saya periksa darahnya dulu.
JLEB!! Tangan gue dipegang, aduuuh maaakk... rasanya ser seraaan.. Okey okey gue harus stay focus dan tetep calm
"okey semua baik" ujarnya. Waduuh deket gini, ganteng banget! 
"kapan gue boleh balik?"
"besok" katanya. Waaaaaahh senyumnya, kharismatik banget. Pantes banyak cewe yang ngarep punya pacar dokter. 
"besok?"
"ya, kenapa? seru kan? keluar dari rumah sakit?"
"ya pasti lah" Aduh padahal gue pengen lebih lama. Dan tiba-tiba gue pengen sakit lagi. Ya ampunnn...
"Nah sekarang kamu bisa istirahat, selamat malam"
"Ya. makasih"
"sama-sama"
"eeehhh tungu tunggu"
"ya?"
"mmm... besok dokter Priyanto masuk?"
"hmmm.. kemungkinan besar iya, kenapa?"
"ngga apa-apa? takut aja  lo salah kasih gue obat"
"oh, gak akan kok. dijamin. ada lagi?"
"gak ada"
"okey"
Gio pun pergi. Namanya Gio Ali P. Lalu tiba-tiba aku mengantuk. Dan tidur. Namun sebelum tidur aku berdoa semoga dokter Priyanto besok tidak jadi masuk....

Besok paginya mom sudah berkemas-kemas. Pap sudah pulang dari tugas luar negerinya. Wajahnya masih terlihat lelah, namun dia tetap menemaniku dan tersenyum lega ketika aku bangun.
"Hei sugar, sudah bangun?"
"Hai Paaapppp" kami berpelukan. Sudah dua minggu tak bertemu.
"kita pulang hari ini"
"okey"
Suara pintu terbuka. Aku berharap itu..
"Selamat Pagi Pak Avin"
"Selamat pagi Dok"
Aku kecewa tidak mendengar suara Gio.
"rencana pulang hari ini?"
"iya dok"
Dokter Priyanto mendekatiku.
"Hai Ana, jangan kebanyakan ngebaso lagi ya. Inget kesehatan, okey?"
"okey dok"
Gue beranikan diri buat bertanya. "dok?"
"ya?"
"kemarin dokter kemana?"
"saya ada tugas di UGD, mendadak. Kemarin ada yang menggantikan saya bukan?"
"ada dok"
"baguslah"
"dia mahasiswa praktek kan dok?"
"iya, tapi tenang, dia sudah mahir kok"
"dokter kenal dia?"
"sangat kenal, kenapa?"
"oh ngga dok. Takutnya dia salah kasih obat"
"oh hahaha, tenang Ann.. Gio sudah tau semua tentang kedokteran" dokter tertawa terkekeh-kekeh.
"kok dokter tertawa? dokter kenal baik?"
"baik sekali. Gio Ali Priyanto. Nama yang saya berikan sendiri untuk anak saya."
WHAT?? anaknya dokter. Waduh malu banget!
"oh anak dokter. okey saya ga akan ragu lagi."
"ada lagi nona Ann?"
"gak ada dok. makasih"
"okey nyonya dan tuan Avin, saya pamit. Semoga tetap sehat ya Ann"
"terima kasih dok"

Sesampainya di lobby rumah sakit. Ada sosok yang gue cari. GIOOO!! Rasanya pengen teriakin namanya. Tapi..
Eh tanpa disengaja dia noleh pas kearah gue, dia mendekati.. HOREEEEEE
"pulang?"
"iya" riang banget rasanya gue.
Tiba-tiba pap dateng. "Ann mobil sudah siap"
"hmm Pap mom ini Gio, Gio ini Pap dan mom gue, kenalin"
Mereka berkenalan. 
"ini loh pap anaknya dokter Priyanto"
"tau dari mana?" kata Gio heran.
"papa mu yang bilang ke gue. Thanks ya obatnya ga salah kasih"
"haha ada-ada aja"
"okey Gio terima kasih."
"iya Pak Avin"
mereka berjabat tangan sekali lagi.
"jaga kesehatan ya" katanya sambil tersenyum. Rasanya indah sekali sekaligus sedih soalnya bentar lagi berpisah.
"iya"
"bye"
"bye" Rasanya sedih sekali...

Datang saatnya Ujian Akhir. Gara-gara sakit jadi keteteran semua tugas. Selama berminggu-minggu larut sama tugas tugas tugas dan UAS dateng juga. Dan ga terasa liburan tiba. Pap dan mom ngajakin liburan ke Bali sebulan full. Punya alasan apa buat nolak.
Dan semester 8 pun datang. WELCOME SKRIPSWEET makin sibuk aja dengan penelitian sana sini. 
Udah gak ada kuliah lagi. MAkin jarang ketemu temen-temen. Apa kabar Rene? Abay? udah 3 bulan ga ketemu. Hufftt jenuh banget..
Tiba-tiba keingetan ama baso mas Parmin. Udah hampir 5 bulan ga kesana semenjak gue kena gejala tipes, gue setiap hari bawa bekel sehat dari nyokap. Kesana ah..
Seperti biasa gue markirin si matic di tempat teduh, gue bersukur gue bawa motor, karena buat gue bawa mobil ke kampus itu lebai. Dosen aja ada yang masih bawa motor, kenapa mahasiswa yang belum punya gaji kaya gue mesti bawa mobil? 
Ketika bertemu mas Parmin, dia keliatan seneng banget. Menanyakan kabarku dan minta maaf karena gak tau aku sakit. Sekarang lapaknya lebih besar. Makin banyak orang yang datang. Sekarang aku memesan baso tanpa mie. Aroma kuah basonya sudah sampai di perutku. Tidak pake kecap dan saos, sambelnya setengah sendok. Eh jadi teringat seseorang, tanpa kecap tanpa saos. Dan...
"Mas, pesen satu ya, yang biasa"
Suaranya terdengar familiar.
Duduk di depanku dan..
"GIO?!"
"Kamu..?!"
"Hai.."
"sudah sembuh?"
"udah, thanks obatnya" waduuh wajahnya tambah ganteng.
"haha"
"oia, gimana kabarnya dokter Priyanto?"
"baik"
"syukur"
"tapi udah ga kerja jadi dokter lagi"'
"loh kenapa?"
"sudah digantikan"
"siapa yang menggantikan?"
"dokter muda yang ada di depan kamu haha" tertawanya maniiiisss sekaliiii.. pengen nyium pipinya! EEHHHH
"selamat ya dokter muda"
"oia, hmm maaf ya.. udah lama ketemu, tapi kamu tau nama aku, sedangkan aku gatau nama kamu"
"oia, gue Ana" 
lalu kami bersalaman.

6 bulan berlalu, dan kami sibuk menjalani aktivitas, sampai hari ini, hari wisuda gue.
"Baby, udah beres make up nya?"
"bentar lagi mom"
"mom dan pap tunggu di mobil yah?'
"okey"
Make up gue udah selesai, dibantu tante yang juga bekerja di salon.
"ready?" tanya tante Asmi.
Gue memperhatikan diri gue sendiri di cermin.
"suka? " tanya tante lagi.
"suka banget tante, pas! thank you"
"sama-sama"
Gue lalu turun menuju mobil, mom dan pap udah siap di dalam. Menunggu.."
"Hai sayang, cantik sekali" mom membukakan pintu mobil.
"hey you are so beautifull.. Ann, pap dan mom bangga"
"thank you" senyumku mengembang, ada haru di dada.
Tiba-tiba ada mobil yang masuk ke halaman rumah. Gue kenal banget sama mobil ini. Pemuda itu keluar dan menghampiri mobil kami.
"selamat pagi om dan tante, maaf saya terlambat. Ada pasien yang mendadak butuh pertolongan. "
"Pagi Gio, baru saja kami mau pergi" Pap menjawab.
"tidak apa-apa nak Gio. Ayo pergi bersama-sama" kata mom.
"saya naik mobil saya saja tant, ada mama dan papa saya juga disana"
"wah? dokter Priyanto? senang sekali bisa ikut hadir"
Gue gak nyangka dia bawa-bawa keluarganya. Jadi grogi.
"Ya sudah ayo kita pergi, takut macet" kata dad semangat.
"baik om."
Kami pergi. Di dalam perjalanan aku kebanyakan bengong. Ga ada sms, telpon atau bbm dari Gio. Bingung.
Sampai di kampus, hanya mom dan dad yang ikut ke dalam menemaniku wisuda. Gio dan keluarganya menunggu di  Resto terdekat.
Selesai perayaan wisuda, aku menyempatkan foto-foto dengan teman angkatan. Bertemu dengan Rene dan Abay, mereka masih bersama. Kami berpelukan dan menangis bahagia.
"gue bakal kangen banget sama lo Ann"
"tinggal maen ke rumah gue aja ah"
"bukan, gue dan Abai mau pindah ke Bangka. Gue dapet job disana, dan kita bakal segera menikah"
"wooooaaww selamat!!"
Kami berpelukan.
"jauh amat Ren di Bangka"
"yah kesempatan harus diambil baby. "
"gue jauh dong kondangannya haha"
"tenang nanti gue kirim tiket free buat lo haha"
"asek"
Abay datang dan lalu kami berbincang sebentar. Mom dan pap sudah menunggu.
Kami berpamitan dan saling berpelukan kembali.
"Ann inget ya, kalo lo dan Gio married gue harus jadi orang pertama yang lo kabarin. Inget!"
"ah elo."
"janji Ann"
"okey gue janji"
Usai acara seru-seruan dan haru-haruan bersama teman-teman, kami pun bergegas menuju resto tempat Gio dan keluarganya menunggu. Aduh kok deg-degan gini..
Sampai di resto, suasananya aneh, ada apa? Live music, semua rekan dan kerabat yang aku kenal dan Gio sedang berdiri sendiri, menatapku datang.
"ada apa Gi?"
"hai Ann"
Dia menghampiriku. Dan senyum di bibirnya manis sekali.
Mom dan pap sudah menghampiri keluarga Gio. Mereka akrab sekali.
Gio menggenggam tanganku dan menatapku, dalam sekali.
Jantungku berdetak, kencang sekali.
Tiba-tiba live music berhenti.
Jantungku berdegup lebih kencang.
"Ann, will you marry me?"
APAA?!!!!!!!!!!!! Jantung gue bedegup ga berhenti.
"Gi..? ini apa? kok bisa? ini..ini..ini.."
"Ann maaf kalo ini semua mendadak. Tapi mom dan pap sudah tau, dan aku ingin membuat kejutan untukmu. Aku bukanlah orang yang romantis, tapi tidak harus selalu romantis kan untuk menjalin sebuah komitmen? Hampir 6 bulan ini kita selalu sama-sama, dan aku ingin terus sama-sama, sampai maut menjemput kita."
Lalu dia merunduk dan mengeluarkan cincin dari saku jasnya. Sekilas gue berpikir, ini kaya FTV.
"Ann, would you marry me?"
Mata gue tiba-tiba basah, nangis terharu. Gue ga bisa ngomong apa-apa. yang gue bisa cuma ngangguk.
"I will"
Semua hadirin lalu bersorak, tepuk tangan dan musik berbunyi kembali.
SENEEENG BANGET. Baru pertama ini Gio meluk gue dan bilang I love you.
Semua serba baru dalam hidup gue. Gak nyangka Allah merancang skenario ini buat gue. Alhamdulillah..
Gue teringat seseorang, gue harus kirim pesan.

Hai Ren, gue akan married duluan kayanya ;)
Jangan ke Bangka dulu yah, I'm so happy :D


Gue tau Gio bukan orang yang romantis dan akan selalu ada buat gue, tapi gue tau dia selama ini sayang dan cinta gue apa adanya. Dia setia dan jujur. Aku berani untuk mencintainya, lebih dalam.
Dan dari saat ini aku dan Gio selalu bersama :)


Rabu, 25 Januari 2012

finden Sie Fehler von dieser Erzählung... ;)

Es gibt ein Märchen. Damals lebte eine Frau und ihre schöne Tochter in der einen kleinen Hütte. Die Tochter heiβt Adele. Sie war sehr klug und vergnügt. Trotzdem sie und ihre Mutter armlich waren, aber sie waren sehr glücklich. Die Mutter liebte Adele sehr. Bis einem Tag, Adeles Mutter starb. Adele war sehr traurig. Jeden Tag weinte sie, von Morgen bis Nacht. Manchmal blickte sie den Himmel und fühlte sich einsam.
In einer Nacht sagte sie “Got, ohne meine Mutter kann ich nicht leben. Ich möchte sie treffen. Ich vermisse sie sehr.. oh Got..”. Dann weinte sie starker. Plotzlich sah sie die Sternschnuppe. Sofort wunschte sie, alles gute zum Leben. Sie hoffte, dass sie glücklich wie früher könnte, als ihre Mutter da war.
Am nächsten Morgen ging sie zum Fluss. Dort wusch sie ihre Kleidung. Danach ging sie zu Hause zurück. Aber plötzlich kam einem Man. Adele war schockiert und hatte groβe Angst.
“wer sind Sie..? “ fragte Adele.
“ich..? “ sagte der Man.
“Ja..”
“du kennst mich nicht..? “ Der Man war verwirrt.
“nein. Sind Sie Verbrecher? Mörder?”
“was..?”
Adele lief.
“hei.. hei.. Fräulein. Wohin gehst du? Ich bin kein Verbrecher”. Der Man rief



Adele war in der ihren Hütte. Auf dem morschen Stuhl saβ sie. Falls sie den Himmel sah, erinnerte sie sich an ihre Mutter, wieder. Danach hörte sie den Takt von der Tür.
TOK TOK
Adele hatte groβe Angst.
“es ist zu Spät” dachte sie.
TOK TOK
Aber sie war neugierig auch.
“wer ist das?” sie fragte.
“ich..”
Das ist männliche Stimme. Die Angst ist groβer.
“ich? Wer ist ‘ich’ ?”
“öffnen die Tür bitte, es ist mir kalt hier..”
Sie öffnen die Tür langsam.
“Vielen Dank.” Der Man lächelte. Aber Adele schwieg.
“mmm.. Könnte ich.. ??”
“nein ! “ sagte Adele.
“schade..”
“wer sind Sie?”
“ich bin Dieter.”
“was machen Sie in der meinen Hütte?”
“Entschuldigen. Ich verlorte, bin hungrig und habe Durstig”
“und was? Ich habe kein Essen für Sie.”
“es ist mir kalt. “
“Sie sind kein Verbrecher oder?”
“Ja naturlich. “


Dieter und Adele plauderten.
Sie lachten.
Sie machten viel Aktivitäten zusammen.
“Dieter, Entschuldigung. Es ist schon zwei Tagen, …”
“hmm.. Ja, ich weiss. Entschudigung Adele. Störe ich dir ?”
“nein, nein. Ich meine, wie sind Ihre Familie? “
“Adele…”
“was?”
“wolltest du mit mir mitkommen?”
“was…??”
“eigentlich.. ich mag dich”
“ Sie magen mich?”
“ich liebe dich!”
“aber, warum?”
“weil du gutherzig bist, und du weisst nicht, dass ich ...”
“weiss nicht..?”
“ich bin ein Prinz”
“WAS?!”
“sei nicht böse auf mich”
“Sie lügen !!”
“Ja, ich habe gelügt. Aber ich habe den Grund. Hör mich, bitte..”
“….”
“Adele, du bist ehrlich. Du siehst mich nicht als den Prinz”
“und?”
“ich mag dich, deine gutes Herz”
Adele lächte.
“ich liebe dich”
“ich liebe dich auch”
Endlich war Adele Prinzessin zu sein. Adele und Dieter waren glücklich, für immer.
 ***

Selasa, 24 Januari 2012

Goodbye Shoutmix, heloo Cbox......

Baru nyadar kalo Shoutmix itu udah ga free lagi.. Pantes setiap di cek atau log in ga bisa.. 
Dan sekarang gue pake Cbox, semoga ga expired lagi.. 
sayang juga yah  Shoutmix udah end, padahal banyak temen-temen yang udah banyak share lewat sana (hiks..)


Tapi jangan sediiih, semoga kita bisa tetep keep in touch lewat Cbox yaah.. 
Sekarang sih masih sepi Cbox gue, cuma gue doang yang kirim message.. wahaha
Semoga besok besok ada yang mau ngisi buku tamu di Cbox ini.. o:)


Rasanya seneng kalo ada yang dateng dan cuma bilang blogwalking, seenggaknya tulisan di blog gue ini ada yang liat dan ada yang mengunjungi.. *eksis* wahaha


Dan selamat datang di blog gue.. Happy sharing :D





King of the earth :)

Title : King of the earth
Singer : John Ondrasik
Ost : August Rush

I'm as crazy as clown tonight
A clown without a crown tonight
A simple sack of wishes and bones
I'm as useless as a memory
The day before it came to me
To save your time stitches and stones

But once in my life I was the king of the earth
Once in my life, I was

I've flown horses on the skies above
That ain't enough for you my love
To fill these empty castles with ghosts
I've married devils to their history
Sood where you would bury me
Through a time of statues and row

But once in my life I was the king of the earth
Once in my life, I was

Now that the stars have frozen in their places
All that I've hold seems gone
Now that the stars have fallen from their faces
I will see you on

I'll never be your picture present
But I hope you got the rose I sent
To save your town of stitches and bones
I'm nothing more than a simple man
Born to be american
Out to draw these bridges and motes

But once in my life I was the King of the earth
Once in my life..

Iseng nulis..

Siang-siang gini bingung mau ngapain. Bingung juga mau ngepost apa di blog. Daripada tidur yah mending nulis aja deh...


Dulu jaman-jaman TK ato SD jam segini nih (sekitar jam satu siang) sering banget disuruh tidur siang. Alasan orangtua nyuruh anaknya tidur siang katanya biar anaknya cerdas. Emang bener gitu? Gue masih inget kalo disuruh tidur siang pasti susahnya minta ampun, tapi ketika udah beranjak SMA dan kuliah, dapet kelas siang itu sama dengan dapet obat tidur, apalagi kalo dapet pengajar yang ngebosenin. Alamat tidur dikelas.. (ssttttt.. hihi) 


Dapet kelas siang, kuliah di kelas besar, pelajaran yang gak menarik, dosen yang 'nice' ditambah duduk dipojokan, wuiihh time to sleep !! hahaha Hayooo cuung yang sering tutup mukanya pake buku pas tidur biar disangka guru/dosen nya kamu lagi baca.. ih padahal lagi ngileer.. wuhahaha :p


Kalo pas kuliah/belajar di kelas itu kaya yang ngantuk setengah mati, tapi kalo dosen udah bilang "yah cukup sekian saja kuliah hari ini" tiba-tiba rasa kantuk itu HILANG !! Setelah selesai kuliah, terus keluar kelas, rasanya angin segaar menyapa, gak berasa ngantuk dan ga males lagi. Abis kuliah terus ke kantin cari makan, ngobrol sana sini.. SEMANGAT banget deh hehe..

Atmosfer di kelas dan di kantin itu BEDA banget. Hayo ngakuu? jangan senyum-senyum aja.. hihihi
Kalo kuliah pagi mahasiswa ngantuk, pas ditanya kenapa "kurang tidur pak"
Kuliah dipindahin jadi jam siang tetep ngantuk, pas ditanya "kan jam tidur siang pak"
Dosen cuma geleng-geleng kepala, dan bilang.."dulu di jaman bapak kuliah.. bla bla bla "


Gue kadang suka mikirin gimana sih sekolah jaman dulu? segitu ekstrim kah? ketika tua dan muda jauh kastanya. Status senior dan junior masih kental diperlihatkan. Yah sekarang udah gak jaman juga senior dan junor ga saling sapa. Namun ga dipungkiri kalo ada junior yang 'blagu' senior juga suka ngasih cap jelek dan ada rasa gak suka. "Ih masa angkatan bawah sok banget. Lewat depan gue gak pake permisi, pakeannya apa lagi itu, emang mau ke Mall. HELOO?? .. bla bla bla" 

Eh dari cerita tidur siang jadi kemana-mana. Bingung sih.. Gak ada tema.. hehe
Udah ah, mau nyari tema dulu..
Makasih udah baca :)
See you on next posting..
Tschuss



Senin, 23 Januari 2012

Sekilas cerita di jalan Braga..

Pasti kalo lewat jalan ini selalu rame.. Banyak yg lalu lalang, belanja, dan yang eksis foto-foto juga banyaaak. Bukan karena bangunan yang bagus, tapi lebih karena keunikan bangunan tua yang bernilai seni tinggi, bersejarah dan agak sedikit mistis.. (kalo yang ini sih menurut pendapat masing-masing).


Hmm.. tapi jalan yang udah dibangun dari tahun 1930-an ini memang punya karisma tersendiri. Jalannya sempit, dan terbuat bukan dari aspal, melainkan dari andesit. Di sisi kanan kiri jalan terdapat bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda. Sejarahnya di jalan ini dulunya merupakan komplek pertokoan oang-orang indo-Belanda. Dan sekarang pun bentuknya kurang lebih masih komplek pertokoan dan salah satu pusat keramaian, ada restaurant, galeri lukisan, tempat makan, tempat billiard, karoke dangdut, minimarket bahkan Mall. Gak heran kalo jala ini selalu rame dan macet. Bersabar yah buat yang lewat jalan ini ;)

Mobil-mobil mewah berjejer, berdiri gagah di tepi jalan. Jika weekend dan hari libur tiba, gak sedikit mobil plat luar daerah yang datang berkunjung. Ini bukti pamor jalan Braga masih kuat loh..  Para turis asing pun terlihat menikmati keramaian jalan ini, dengan membidik sisi-sisi jalan Braga ataupun melihat-lihat lukisan yang dipamerkan di emperan jalannya.


Sayang seribu sayang, jalan ini sudah mulai rusak. Permukaan jalan yang mulai tidak rata, macet, kotor, dan yang paling mencolok mata adalah banyaknya pengemis dan tuna wisma yang membaur dengan kehidupan mewah yang ditawarkan oleh jalan ini.


Mereka tidur di selasar-selasar jalan, minum dan makan di tengah-tengan lalu lalang, dan mengais-ngais sampah di sudut-sudut gedung. Miris rasanya. Ketika orang lain sibuk memikirkan liburan, bersenang-senang, dan cara menghabiskan uang, pada saat yang sama kita bisa melihat gelandangan yang memakan nasi bungkus  ala kadar nya. Anak-anak yang berbaju lusuh dengan muka kumal, rasanya tidak ingin melanjutkan liburan..

Di komplek pertokoan yang menawarkan sejuta kenikmatan, tersisip derita anak manusia yang tergilas jaman.. 
Braga oh braga..



Minggu, 01 Januari 2012

Happy New Year Everybodeeehh !! Ein frohes neues Jahr! :D

Welcome 2012, Herzlichen Wilkommen 2012 !!
Dan buat semuanya yang baca, Selamat Tahun Baru ya buat Kamu :D
Hayooh pasti udah ada target ya di 2012, buat yang ga punya target ya siapa tau nanti dapet target, ahahaha..
Tadi malem acara taun baru kamu apa? Yang ga ada acara jangan merengut, ga apa apa, yang penting liat kembang api via televisi juga udah puas.. 
Buat gue taun baru ya ga terlalu penting yang penting adalah apa yang bakal kamu buat di tahun yang baru ini. Orang-orang pada ribut resolusi bla..bla..bla.. Gue sih lebih seneng nyebut "target" ketimbang resolusi. Ya selera masing-masing laa yaa..
Yang pasti jangan lupa kalo tahun baru berarti kamu bertambah angka pada umurmu dan berkurang jatah kamu hidup di dunia ini.. hmmmmm..
okey, Happy new year everyone.. Ein frohes neues Jahr!
Tschuss !!