Jumat, 19 Agustus 2022

Bukan apa dan siapa

seringkali aku merasa orang-orang berjalan terlalu cepat

terburu waktu, merasa terbatasi usia

berpikir ke depan

khawatir dan cemas


aku...

duduk dan berjalan

lalu beristirahat

menikmati jeda di tengah putaran arus waktu

ku lihat kanan dan kiri

sesama, binatang, tumbuhan, bintang, angin

semua terasa begitu dekat, nyata kehadirannya


menurutku

kehadiran manusia untuk mengisi kekosongan dunia

tidak ada lomba

tanpa kompetisi apapun

hanya berusaha penuh

utuh 


kerap kali orang-orang bertanya

"sudah punya apa?"

kurasa aku tidak punya apa-apa

sedalam aku memaknai

hidupku tidak akan jadi selamanya

tidak jadi apa-apa bukan berarti gagal


manusia itu sejatinya memang bukan apa-apa

tidak penting

namun ego butuh bahan bakar

butuh penindasan dari perasaan cukup


cukup akan sendiri

cukup tawa hari ini

cukup syukur malam ini

cukup dalam berbagi


di atas cita-cita

hidup hanyalah sebuah persinggahan

 

Senin, 08 Agustus 2022

penonton

kebanyakan konsumsi berita sosmed bikin gue tau masalah pribadi orang lain bukan dari orangnya langsung. netizen sharing personal opinion regard to someone else's problem itu kayak udah 'wajar'. dipikir-pikir udah kayak gibah massal. 

dari yang sama sekali engga kenal sosok yg digibahin sampe tau cerita masa kecil doi kebongkar semua riwayat hidupnya sekeluarga. 

sharing pengalaman juga kerap gue baca. opini tentang cowo ke cewe, vice versa. kisah cinta yang kandas, trauma keluarga, kekerasan fisik dan mental, semua campur baur.

dan semua gue baca.

satu dua tweet kadang gue like atau retweet. jujur sangat ingin membagikan opini juga, kadang sudah berbentuk kalimat rapi dan siap di post, tinggal satu sentuhan dan pendapatku terjun bebas memperbanyak penonton yang akan mengetahui masalah orang lain tersebut dalam skala yang lebih luas lagi.

sebisa mungkin ku tahan untuk tidak mempublikasikan itu semua. setidaknya tanpa data yang valid dan sumber yang terpercaya tulisanku tidak layak tayang. opini pribadi yang sudah terketik rapi itu tersimpan di file draft atau langsung dihapus saja, lega setelah menulis saja sudah cukup.

terkadang terlalu lantang mengemukakan opini tanpa diminta atau bukan kapasitas sebagai komentator membawa sebuah berita besar mendapatkan tempat yang bukan seharusnya.

menjadikan sebuah masalah tidak terselsaikan.

merugikan banyak orang.

menghabiskan pahala.

Minggu, 07 Agustus 2022

Stray people



Rabu, 03 Agustus 2022

cinta itu...

sebelum ada kamu

aku pikir cinta itu melulu tentang keberadaan fisik

selalu bersama


namun, jika begitu

jika tidak selalu bersama,

lantas, apakah itu cinta ?


ternyata... yang selalu bersama tidak selamanya saling cinta


kamu mengajarkan jarak

menabung rindu

resah gelisah 

sendiri yang penuh

ruang tanpamu juga indah


tapi, keberadaanmu membuat semua lebih hangat

lebih menyenangkan

tempat rindu diluapkan

rumah berbagi cerita dan cinta

bisa menghargai waktu bersama

terpisah tanpa saling kehilangan


aku jadi tau

cinta itu berawal dari saling merasa nyaman dan pengertian


you : D.E.A


Sabtu, 23 Juli 2022

jarak malam minggu

malam minggu

berjarak seratus kilometer

berjarak 5 kilometer

berjarak 1 centimeter

dan kemudian

tidak pernah berjarak

Sabtu, 16 Juli 2022

i knew





 

 i wanna believe this isn't hard as i think but you make it much more harder





 

Kamis, 14 Juli 2022

ups and downs

 you said hi, at the first time

the second day of us was funny

never I thought we will go this far

days weeks years, now

romantic and classic is your style

mine is young, vibrant, and colourful

old school is yours

fantasy is my fuel

never run out of topic

but you speak silent

words i spoke flying 

evaporate

sometimes you hide

dark you afraid 

the signal of mine

haven't go that much further

i am loss

in your warmth

clueless

you're cold

today you want me

tomorrow you can't see me standing next to you

your love is bigger 

but there's space of me?

i knew you're afraid

because i feel that too

life is suck

we're afraid

when you're ready

and when i am still there

share with me

the love and burden

like we did on the blanket

...


Rabu, 08 Juni 2022

budaya spill the tea

Kalian yang maen twitter pasti kenal budaya spill the tea. Akhir-akhir ini banyak banget yang lewat di timeline. Nanya-nanya pendapat, video-video yang diambil tanpa konsen orang yang direkam, atau curhat yang ujungnya bikin netizen war. Makin dibaca makin ruwet, tapi gak dibaca bikin penasaran 😂



Dulu aku orang yang suka ngasih pendapat dengan cara komen, tapi sejak kasus Audrey aku stop komen meskipun isu itu lagi jadi trending topic kecuali emang aku ngerti permasalahannya atau aku riset dulu apa duduk perkaranya. Malu kalo komen terus ternyata salah, yang ada giring opini jelek ke orang-orang. 

Netizen sih enak bisa langsung hapus komen, nah orang-orang yang dirugikan bisa apa? Nama dan identitas yang terlanjur di spill ini gak bisa dibalikin jadi baik lagi. Jahat kan? Ada baiknya jadi viral namun yang akhir-akhir ini terjadi malah jadi pencemaran nama baik atau kasusnya belum jelas udah kena cancel duluan. 


Sekarang, yang bisa netizen bijak lakukan sebelum komen ialah pahami dulu konteks masalahnya, minimal riset dulu kejadian itu hoax apa ngga, kalau bisa jangan komen kasar atau marah-marah di kasus yang belum jelas. Memang dulu komentar jahat sulit dilacak, tapi dengan kemajuan teknologi informasi dan perangkat digital saat ini dan seterusnya pasti gampang deh lacak identitas seorang pengguna internet. Jadi gampangnya, kita sebagai manusia di dunia nyata dan sebagai masyarakat net di dunia maya, jadilah orang baik. 💝

kembali lagi ke Natasha skin care

Hi everyone! How's life? ✌


Too many days have been passed. I've got lots of story but have no lust to write, I am so sorry. Being K-pop stan consume so much time, emotion, and energy 😜


So, today I'll tell you what was going on. 


Hari ini, setelah berhenti pake skincare Natasha selama 4 tahun, aku balik lagi ke klinik dan jadi konsumen brand ini lagi. Setelah pikir panjang banget, menimbang dan memperhitungkan budget, akhirnya keputusan ini aku ambil deh. Sebelumnya, aku udah pake Natasha dari tahun 2016 sampai tahun 2018. Terus aku berhenti karena posisi aku lagi kursus di kampung Inggris, Pare. Di sana aku ngga tau lokasi outlet Natasha, dan kalau pun tau buat mobile nya susah, karena aku ngga bawa motor. 


Selama empat tahun ini aku udah coba macem-macem produk, dari produk korea, amerika, produk apotek, dan juga produk lokal. Ada beberapa produk yang kasih hasil bagus tapi gak bertahan lama. Muka kembali jerawatan. Oia, alasan utama kenapa dulu aku ke Natasha karena di muka aku lumayan banyak jerawat dan kusam juga. Jerawatnya gak parah tapi sering muncul, hilang satu tumbuh dua, kering satu muncul satu, gitu aja terus. Nah, yang bikin pe er adalah menghilangkan bekas-bekasnya. Bisa berbulan-bulan untuk ngilangin satu bekas jerawat. Ini yang bikin aku mikir, kalau gonta-ganti produk terus, ditambah gak tau kondisi wajah itu gimana lebih baik ke ahlinya aja gak sih? Dan aku gak rajin ngulik informasi tentang per-skin care-an jadi buat hemat waktu ya udah kembali lagi deh ke perawatan yang cocok dan udah pernah sebelumnya.


Habis ngajar aku langsung ke klinik Natasha deket rumah. Di sana diarahin mba-mba resepsionis untuk registrasi ulang. Luckily, data-data aku yang dulu di Natasha masih ada, dan aku juga bawa kartu member aku yang lama, yang masih bentukan kertas. Setelah selesai, aku langsung konsul sama dokternya. Kondisi muka aku gak parah cuma mungkin kotor wkwkwk kusem juga, berminyak karena seharian ngajar. Dokternya bilang muka aku berminyak dan berjerawat, dia minta aku buat treatment yang namanya IPL. Tapi aku gak bisa karena lagi gak ada waktu. Alhasil diresepin produk aja. 


Produk-produk yang aku beli tadi : Facial wash, toner, krim pagi, krim malam, krim anti iritasi, day serum, sama botanical peeling. kantong langsung kempes.


Kembali lagi ke mbak resepsionis, ambil produk, diterangin cara pakainya, dan BAYAR (😭😂). Aku juga dikasih panduan pemakaiannya, jadi kalo lupa tinggal baca lagi. Pokoknya yang aku inget, aku malam ini pake Facial wash sama toner, terus dua hari ini pake krim anti iritasi dulu, baru setelah itu pake krim pagi, serum, dan krim malam. No sunscreen dulu karena belum diresepin. Ini ngeri sih, gak pake sunscreen. Haduh ngeri-ngeri sedap ya bun.


Nah, ada satu produk yang gak disebutin dokter di sesi konsultasi tapi diresepin sama mbaknya, yaitu Botanical peeling ini! Cara pakenya cuma dioles tapi lupa hari ke berapa dan pake krim malam apa engga aku lupa! Dan ini produk mahal banget yorobun, Rp. 250.000 !! menangis 😭


Aku juga tulul kenapa engga nanya dulu. FYI, harga sunscreen ini juga tergantung kebutuhan kulit si pasien jadi aku belum tau kisaran harga sunscreen-nya. Kalo IPL treatment-nya itu Rp. 700.000. 


Oia, tadi aku dapet diskon 10% sebagai reward aku jadi member aktif.  Ini rincian aku belanja ya.

ini total belanja dikurangi diskon, dapet tas gold ini juga


Kaget banget pas bayar karena ga expect  sebesar ini, karena dulu pun pas masih pake gak semahal ini. Dulu pas awal kayaknya gak sampe enam ratus ribu deh, dan dulu engga ada serum. Mungkin bahan baku udah naik harga, terus banyak formula-formula produk yang di upgrade juga, berdoa aja semoga cocok ya dan wajah aku kembali bersih seperti dulu. Aamiin 😊 Dan yang paling berat itu di produk peelingnya, gak ngerti kenapa tu produk nyempil. Bikin kantong bocor aja, hahaha. 

produk-produk yang tadi diboyong ke rumah


So, malam ini aku mau nyoba dulu facial wash sama toner, terus pas mau tidur nanti pake anti radiasi eh krim anti iritasinya dulu. wish me luck ya guys! Kapan-kapan aku ceritain lagi progres dan juga hasil dari perawatan mehong ini cyin. 


See you later 👋



*disclaimer : aku engga di endorse dan ini bukan tulisan review produk cuma sharing pengalaman, mungkin ada yang mau cek harga produk atau mau saling berbagi informasi, silahkan ya. ❤


Minggu, 27 Februari 2022

hubungan ngga sehat atau toxic relationship

hari ini kepikiran tentang toxic relationship itu kayak apa. 


berawal dari nonton drama "Forecasting Love and Weather" yang bercerita tentang dua orang yang bertemu setelah 'dicampakkan' karena diselingkuhi pasangan masing-masing.

di sini gue bisa liat sisi 'kompetisi' dari pihak yang selingkuh maupun yang diselingkuhi dengan tujuan menjaga harga diri dan gengsi.

geli banget tapi juga seru kalo nonton pihak yang selingkuh ini berantem dan saling 'menjaga' hubungan mereka di depan publik dengan memamerkan kemesraan meski lagi berantem alias fake.  satu-satunya kalimat yang pantes buat mereka ya, "they deserve each other".


eh balik lagi ke toxic relationship, jadi pas tokoh utama cewe lagi berantem dengan mantan tunangannya ini mereka saling adu argumen siapa yang paling menderita ketika sedang berpacaran. dan di sini gue bisa liat kalau tokoh cewe lebih mapan secara pekerjaan sehingga ego cowo terluka dan akhirnya mencari-cari alasan supaya alasan dia selingkuh itu valid dan emang cewe ini layak diselingkuhin. duh ingetnya aja gue udah enek banget sama tipe cowok brengsek begini, wkwk


oke sampe sini jadi kepikiran, kenapa ya orang bisa selingkuh dan merasa kalau tindakah mereka itu 'benar' dengan dalih mereka mendapatkan apa yang gak bisa pasangan mereka berikan dari selingkuhan mereka. intinya yang salah pasangan bukan tindakan selingkuhnya. udah begitu yang lebih annoying lagi kalo si selingkuhannya ini udah tau bahwa dia menjalin hubungan dengan orang yang sudah PUNYA pasangan dan tetep mau-mau aja. Kayak, harga diri lo dimana 😓

menurut gue bentuk hubungan begini juga udah masuk ke kategori toxic relationship.

Dimana makna toxic relantioship sendiri adalah 

A toxic relationship is one that makes you feel unsupported, misunderstood, demeaned, or attacked. On a basic level, any relationship that makes you feel worse rather than better can become toxic over time" (Source : google)

 

Nah, tanda-tanda hubungan gak sehat ini menurut insider ada tujuh, yaitu:

  1. Lack of trust
  2. Hostile communication
  3. Controlling behaviors
  4. Frequent lying
  5. All take, no give
  6. You feel drained
  7. You're making excuses for their behavior

Kalo yang gue liat dari situasinya, umumnya toxic relationship itu berawal dari kurangnya kepercayaan yang lama-lama bisa mengarah ke rasa tidak puas, banyak berbohong, perasaan capek yang bikin depresi, dan selalu aja ujung-ujungnya mencoba memahami kondisi yang sangat ngga sehat itu dan mencoba memaklumi pasangan dengan menyembunyikan perasaan sendiri. itu berulang dan bikin mental sangat amat lelah dan sering ngerasa kebahagiaan semu.

Nah kebanyakan yang ngerasain hubungan ngga sehat ini mencari jalan pintas dengan mencari 'kesenangan' lain salah satunya yaa selingkuh.


Hubungan ngga sehat itu bukan saja bisa terjadi karena satu belah pihak aja, tapi bisa keduanya. Tujuh tanda di atas tuh bukan untuk satu orang aja, tapi bisa dua-duanya. 
terus kenapa udah tau toxic tapi ngga keluar aja sih?

ngga semudah itu menyadari kalo seseorang atau diri sendiri sedang ada di hubungan yang toxic. atau ada juga yang udah sadar, tapi masih sayang sama hubungan yang udah berjalan lama dan terlanjur kenal keluarga, temen-temen, dan udah melakukan banyak hal bersama. alasannya beragam shay ngga bisa langsung keluar atau berakhir begitu aja.


butuh keberanian untuk jujur mengakui kalo sebuah hubungan udah ngga sehat dan gak layak dipertahanin. setelah itu level selanjutnya butuh jiwa yang kuat untuk keluar dari 'lingkaran penderitaan' itu. selanjutnya butuh perjuangan untuk mempertahankan tekad untuk keluar dari hubungan yang toxic. bukan sebulan dua bulan, bisa bertahun-tahun dan sampe ada yang jadi trauma dan memilih sendiri untuk waktu yang lama.
tapi ada juga yang mengobati dengan mencari pengganti.
dua-duanya sah ASAL hati udah siap bener-bener bukan buat PELARIAN semata.


saran aja kalau lagi ngerasa ada di hubungan yang ngga sehat, please banget jangan dilampiasin ke selingkuh. itu malah akan memperpanjang masalah. kalau memang beneran sayang sama selingkuhan dan udah fix mantep jiwa mau ninggalin pasangan, coba kasih waktu ke diri sendiri untuk menjawab pertanyaan, 

"apakah saya benar-benar mencintai selingkuhan karena memang dia yang terbaik atau hanya pelampiasan dari ego yang terluka?"


Quora